Showing posts with label H2O. Show all posts
Showing posts with label H2O. Show all posts

Sunday, December 25, 2011

Review Travelling 2011

Di sela-sela skripsi yang bikin bosan, pengen inget-inget ah masa-masa liburan 2011. Mumpung akhir tahun dan biasanya sih banyak yang mencoba flashback tentang pencapaian dan kegagalan sepanjang tahun, tapi gw ga mau ikut-ikutan dari pada gw terbawa melow dan galau. Langsung aja lah coy.

1.  Gunung Geulis, Jatinangor tahun baru 2011.
Eh, ini termasuk travelling ga yah? iya-in aja yah. Kenapa namanya Gunung Geulis? gw juga kurang tau, denger-denger cerita karena di atasnya ada kuburan Putri Geulis yang meninggal karena diperkosa dan dibunuh. Memang sih di atasnya ada kuburan, tapi gw tidak meneliti itu naik ke sana. Buat anak-anak yang kost di Jatinangor, sekali semasa kuliah lu harus naik geulis. Pemandangannya keren kok. Apalagi kalau malam tahun baru, kita bisa liat semua kawasan Bandung dari ketinggian. Liat kembang api. Suer gw ga boong. Dari pengalaman gw tahun baru di sana, kesimpulan gw, orang-orang tajir di Bandung itu banyak tinggal di Bandung Utara. Karena gw liat kembang api nya paling meriah, paling wow, paling gede, ya dari bandung utara. Hipotesis bego sih, tapi coba aja klo lo pade ga percaya.

2. Pulau Tidung, Januari 2011

Gw ke tidung minggu pertama Januari, setelah beres libur tahun baru. Sepi kayak kandang sapi. Emang paling enak liburan itu bukan pas musim libur. Pulau berasa milik sendiri, dan semua biaya akomodasi, makan dan snorkling jauh lebih murah dibanding musim libur. Yah sesuai dengan prinsip ekonomi, high demands,high prices. Pengalaman uniknya, ternyata P. Tidung tu horror coy. Terutama deket jembatan cinta. Kalau belom pernah denger, Jembatan cinta itu menghubungkan antara P. Tidung Besar dan P. Tidung Kecil, panjang nya mungkin sekitar 500 m. Awalnya gw ama temen-temen mau bikin tenda di dekat jembatan. Jadi liburan camping gitu ceritanya, tapi salah satu warga melarang karena tempat itu spooky, Abra Kadabra akhirnya kita bikin tenda di Dermaga. Udah ditawarin sih penginapan murah. Rp. 200rb, bagi 4 jadi Rp. 50rb. Karena gw berempat ama teman gw. Tapi dasar emang gembel, harga segitu masih kurang realistis buat kita. Jadinya tetap pada rencana awal pakai tenda. Sialnya tenda cuma cukup untuk dua orang. Pas buat dua orang teman gw yang cewek dan gw dengan teman cowok gw tidur tanpa tenda. Sialnya lagi, malam turun ujan, gimana coba tidur tengah malam kena ujan? Seru-seru aja sih.

3. Karimun Jawa, April 2011

ni rencana agak lama tertunda sebenarnya, masalahnya sih personilnya selalu kurang. Malas kalau mau jalan ke pulau kayak gini, kita harus itung-itung keuangan, makin sedikit personil makin mahal. Minimal 10 orang lah biar budget nya masuk akal buat mahasiswa. Trus juga, kalau mau Irit, jangan pernah pake travel, paket tour, atau segala macam nya, ga bakal ada yang murah kalau sudah sama mereka. Kalau berangkat tanpa tour, hati-hati juga, di dermaganya banyak calo, nanti pasti mahal lagi kalau udah kena calo. Bahaya buat keuangan kita. Cerita karimun jawa, ini paling asik sih buat snorkling, terutama untuk wilayah jawa. Akses ke sana juga gampang, tinggal naik bus ke Jepara, nyambung ferry, nyampe deh. Perjalanan Ferry nya 6 jam sih, bikin mati kutu juga. So, kalau mau naik ferry siap-siap bawa banyak mainan biar bisa killing time. Pilihan lain bisa naik kapal cepat, tapi harganya juga lebih cepat ngosongin dompet. Buat snorkling, saya paling suka di P. Gosong Kecil. Rata-rata sih bagus, tapi ini paling bagus. Jangan sampe ga ke Gosong Kecil kalau ke karimun, rugi coy.

4. Bandung Barat, Juni 2011
Sorry ga ada foto ni, lupa minta ama temen gw. Tapi gw juga bingung deh ini masuk travelling atau ga. Bodo amat. Jadi ceritanya gw keliling Bandung Barat naik vespa ama temen gw. Dari Jatinangor - Kopo - Soreang - Ciwidey - Situ Patenggang - (balik)- Banjaran - Bale Endah - Majalaya - Rancaekek - Jatinangor (hipotesa). Tadinya mau lanjut ke Garut cuma kata informan yang kita tanya dari situ patenggang ke garut itu sekitar 6 jam lagi. Iya kali mati di jalan ntar. Udah vespa itu pecah ban pas di soreang, jalan mau ke ciwidey, nognkrong dah di bengkel 3 jam. Pas balik di tempat yang sama vespanya rusak, akhirnya bongkar mesin setengah. Masalahnya lagi kita sama-sama ga ada duit, sisa cuma Rp. 10rb, untung si aa nya baik, turun mesin setengah kita cuma kasih Rp. 10 rb, Laknat sekali.

5. Sawarna, September 2011

Pantai yang paling bagus yang pernah gw kunjungi. Masih bersih coy. Berbatu, bertanjung, berkarang, dan berpasir putih. Keren lah pokoknya. Di sana banyak bule, surfing, emang ombaknya bagus juga buat surfing. Tapi tempatnya itu loh coy, jauh. kalau dari bandung sekitar 9-11 jam lah. Tergantung rute dan keadaan di jalan. Kalau mau liat pantainya gimana, coba cek deh video klipnya smash ‘ada cinta’ itu setting nya di pantai sawarna.

6. Singapore, Oktober 2011

Tahun 2010 gw udah pernah juga ke Singapore, jadi sebenarnya ga tertarik lagi, karena memang gw ga terlalu suka wisata kapitalis. Singapore kan tempat shopping dan wahana permainan yang ada semuanya mahal-mahal. Gw ke Singapore nemenin kakak gw, yah lumayan sih di banyarin. Tapi serunya, ini jadi pengalaman backpacker ke luar negeri gw yang pertama. Asik juga sih, nginap di dorm hostel, dapat teman baru dari beragai negara, tambah ilmu dan pengalaman. Lebih asik lagi gw jalan kaki keliling sperempat dari wilayah singapore, kalau ga lebay sih gw bilang seperempat. Gw jalan kaki dari raffles, marina bay, mutar ke merlion, terus ke china town, naik ke utara arah clark quay, terus jalan ke orchard sampai lucky plaza trus balik ke hostel di little India, coba cek aja di map nya itu brapa km. Oia kalau mau ke Pulau sentosa sekarang sudah ada broadwalk nya dari vivo city, ada travellator juga, masuk p. sentosa cuma S$ 1 kok, bisa lebih irit.

7. Jogja, November 2011

Pas lebaran haji ini, tapi jogja lagi musim hujan, jadi cuma sempat main ke candi Prambanan, ga sempat ke pantai-patainya. Apalagi Borobudur. Semoga bisa balik lagi ke Jogja dan lebih menikmatinya.

Sekian.
Happy Holiday!

Sunday, December 18, 2011

Read the signs!

Kembali, ini cerita di Singapore. Tapi ini cukup mengesankan buat saya. Singapore, negara Asia Tenggara ber-etnis dasar Melayu tapi sudah sangat European. Well, dalam banyak hal saya akui mereka lebih bagus dibanding negara kita, Indonesia.

As i wrote before, Singapore punya sistem transportasi yang sangat bagus, terutama MRT nya. Jalur MRT-nya dibangun di bawah tanah yang berlapis-lapis. Hal yang sangat simple, tapi  hingga saat ini, Indonesia belum bisa menyainginya adalah masalah kebersihan. Sepengamatan saya, tidak pernah ada petugas kebersihan yang lalu-lalang mungutin sampah, baik di MRT nya maupun di Stasion nya. Kebayang kalau di Indonesia ada MRT juga. Yaks! Pasti bakal jorok.

Di stasion dan di MRT nya ada peringatan, Smoking, Penalty S$ 1000. Makan dan Minum Penalty S$ 500. Oktober 2011, ketika saya datang dengan kakak saya, dengan sepengetuhuan saya, kakak makan Roti di stasion MRT. Cuma Roti, gak bakal nyampah sebenarnya. Tapi yang namanya melanggar peraturan pasti akan diproses. Salah seorang dari petugas stasion menangkapi kakak saya yang makan roti, akhirnya kita di penalty yang harusnya dibanyar sebanyak S $500.  Tapi prosesnya cukup lama. Si petugas memberi saya nomor kontak yang harus dihubungi, biasanya untuk warga negara lain, aturannya bisa sedikit di nego, tergantung bagaimana kita ngomongnya. 

Saya disuruh menghubungi Land Transport Authority (LTA), menanyakan apa prosedur yang harus saya dan kakak saya jalani. Karena kakak saya tidak begitu lancar berbahasa Inggris, jadi semuanya saya yang urus. Pertama saya hubungi, diterima oleh Operator dengan logat Inggris Melayu, masih bisa dimengerti, dia minta saya untuk menelpon kembali, karena saya tidak punya nomor yang bisa mereka hubungi, sembari dia biacarakan dengan orang kantor. 

Dua jam kemudian, saya telpon balik dan diterima oleh operator yang berbeda. Kali ini cewek dengan logat Inggris mandarin. Well jujur saya sedikit bermasalah dalam memahami inggris berlogat mandarin ini. Pelik dengan pemahaman bahasa, akhirnya saya disuruh datang langsung ke kantor LTA.

Masalah selanjutnya, di mana LTA? Bagaimana ke sana? Clue yang sempat saya tanya cuma MRT terdekat, stasion Ang Mo Kio, kebetulan gak terlalu jauh dari Orchard. Tapi LTA masih jauh dari Ang Mo Kio, LTA itu di jalan Sin Ming Drive, tapi tidak ada jalur MRT yang menuju ke sana. Setelah bertanya sana-sini ternyata ke Sin Ming Drive harus nyambung naik SMRT bus. Turun di Halte terdekat, ternyata juga harus jalan kaki lagi sekitar 1 km.

Sampai di Kantor LTA, ternyata urusannya sangat sebentar, dan tidak bayar apa-apa. Kebanyakan surat penalty yang dikasih akan diproses 2-3 minggu setelah kejadian, dan surat tagihan biasanya dikirim langsung ke alamat rumah. Bagi pendatang, ada baiknya tidak memberi alama saudara atau family yang tinggal di Singapore kalau ada, karena surat akan dikirim ke rumah itu. Dan kalau pembaca mengalami kasus yang sama, mungkin tidak usah diproses juga, karena seperti saya ini, cuma buang-buang waktu liburan jadinya. Positifnya bisa lebih mengetahui kawasan Singapore, saya juga baru tau kalau Sin Ming Drive itu kawasan pusat bengkel dan built up Mobil. Well, semua ada hikmahnya.

Sekian, Happy Holiday!

Sunday, October 30, 2011

Ngelayap ke Singapore

Ini kali kedua saya ke Singapore, setelah urusan kuliah setahun yang lewat. Walaupun ga terlalu tertarik dengan negara kecil ini, tapi tetep senenglah kalau yang namanya urusan traveling, apalagi dapet gratis. Ga ada doa penolak rezeki kan?
Cuma jalan kali ini berbeda dengan tahun lalu, tahun lalu judulnya penelitian, pengamatan, observasi atau apalah, kalau sekarang, backpacker-an atau lebih tepatnya"ngegembel. Dan pastinya ini jauh lebih menarik.
Saya sering backpacker-an dengan beberapa teman kampus ke berbagai tempat di Indonesia, walaupun ga jauh-jauh amat, karena memang disesuain dulu dengan kantong mahasiswa pengangguran kayak kita. Tapi baru kali ini saya backpacker-an ke luar negeri, walaupun cuma Singapore yang easy to go banget, tapi cukup lah buat pemula.
Singapore negara relatif kecil hanya 710.2 km2 . Infrastruktur umum seperti SMRT dan Bus juga sangat bagus. Sangat mudah untuk berkeliling negara ini, cukup dengan naik sarana transportasi umum yang ada. Jangan takut nyasar di Singapore, karena di mana-mana map of singapore sangat mudah ditemukan, jadi tinggal baca map atau datang ke singapore visitor centre. 
Kalau mau traveling, biaya pasti jadi pertimbangan pertama. Apalagi buat backpacker,  walaupun terkadang sanggup bayar mahal, cuma traveling dengan cara yang seirit-iritnya memberikan sensasi tersendiri.
Supaya dapat backpacker-an ke Singapore dengan biaya murah, dari pengalaman saya, ada beberapa tips.

Pertama tentu cari tiket murah. Rata-rata, Maskapai ke Singapore adalah Low Cost, kecuali dengan maskapai kelas atas seperti Singapore Air. Tiger Air, Air Asia, Lion Air, biasanya sering ngasih promo untuk rute Singanpore-Jakarta. Kalau beruntung bisa dapat kurang dari 700 ribu untuk tiket pp. Jarak booking tiket dengan waktu penerbangan juga sering kali berpengaruh, makin cepat memesan tiket, makin murah tiketnya.

Kedua, pilih-pilih penginapan, mudah sekali untuk cari penginapan di Singapore. Untuk harga miring tentu nginapnya di hostel, bukan hotel. Klik www.hostel.com, www.hostelworld.com. atau www.hostelbookers.com di sana lengkap informasi dari berbagai macam hostel, lengkap dengan review orang-orang yang pernah ke sana. Silahkan bandingkan harga dan klasifikasi yang anda butuhkan. Be aware juga, banyak beberapa hostel suka ngasih harga promo, biasanya sampai stengah harga normal. Sangat lumayan untuk menekan pengeluaran.

Ketiga, rencanakan destinasi. Ini sangat penting menekan biaya transportasi baik bus maupun SMRT. Jangan sampai bolak-balik karena salah turun, karena perjalan terdekat bisa kena charge $1.20 dengan SMRT. Salah satu kenalan saya juga menganjurkan untuk naik bus, biayanya lebih murah $ 0.75. Tapi sedikit lebih rumit, harus dipastikan anda tidak salah naik bus. Baca map route busnya dengan hati-hati. Kawasan-kawasan yang touristy di Singapore relatif berdekatan, jadi kalau cukup kuat, cobalah untuk jalan kaki.

Keempat, pilih-pilih makanan dan minuman. Asian food court di bawah Lucky Plaza biasanya menjadi tempat makanan favorit para tourist dari Indonesia. Selain mudah dijangkau, tempat yang strategis, juga menyediakan makanan khas Indonesia, bahkan Nasi Padang. Namun buat backpacker yang mau irit maksimal mungkin harganya sedikit kemahalan. $ 5.00 to higher. Harga nasi dan ayam paling murah di sana $ 3.50 cukup masuk akal. Kalau mau lebih hemat, coba ke Tekka Mart di Little India, di sana bisa makan nasi dengan harga $ 1.00, cuma harus pinter-pinter milih. Urusan minuman juga perlu diakalin, satu botol mineral di Singapore $ 1.50, dua kali lebih mahal dari harga soda. Jangan lupa buat bawa tabung minum sendiri dari Indonesia, di Changi Airport bisa di isi ulang. Di kota, masuk saja ke Mesjid, di sana tabung air kita bisa diisi ulang. Lumayan gratisan.

Sekian dulu.

Happy Holiday!!

Wednesday, October 26, 2011

Horrorisme di Tidung! Part 2

Dasar emang bakcpacker gembel, ga mau rugi, dan harus liburan dengan seirit-iritnya biaya. Dari awal berangkat kita memang sudah berencana untuk tidak menginap di home stay, tapi ternyata tidak sesimple yang kita bayangkan. Ceritanya berjalan horror. Itu berawal dari setelah kami beres sholat maghrib.

Di dekat jembatan cinta, antara P. Tidung besar dan P. Tidung kecil, ada Mushollah yang kebetulan baru selesai dibangun ketika saya ke sana. Jadilah Musholla jadi base camp dadakan saya dan teman-teman. Mulai dari sholat, sekedar leyeh-leyeh, recharde hp, bersih-bersih, hingga mandi. Yang pasti semua bisa dinikmati secara gratis dan otomatis menghemat biaya. Setelah selesai Sholat Isya, kita jalan ke daerah pemukiman, naik sepeda, rencana untuk nyari lilin, lotion anti nyamuk, dan tali untuk jemuran.

Di jalan kita bertemu bapak-bapak yang bilang kalau selama dua puluh tahun tinggal di Tidung, dia belum pernah digigit nyamuk. Lebay sih, tapi mungkin karena begitu bersihnya pulau itu dari nyamuk.  Nemu warung dan belanja. Si ibuk warung bercerita kalau memang mau bikin tenda di deket jembatan, mesti kudu izin dulu sama "penghuni" tempat. Soalnya tidak lama sebelum itu, ada orang yang melihat penampakan di sekitar jembatan. *jleb*.

Siapa yang ga gentar kalau mendengar cerita dan peringatan kayak gitu? Walaupun panik, namun ga kehilangan akal. Perjalanan ini tetap harus dibikin maha irit. Setelah konsultasi dengan CP dan beberapa masyarakat di sana, akhirnya kita untuk memutuskn nenda di dermaga. Buat yang udah pernah ke tidung mungkin tau dermagannya di mana dan seperti apa. Nah kita nenda pas di samping kanan kantor dermaganya.

Cuaca pantai memang sering kali ga jelas. Kita badai yang cukup gede ketika memasang tenda, sehingga cukup kerepotan karena diterbangin angin. Tenda beres, tiba-tiba cuaca bagus dan langit berbintang. Nah ini mungkin akan sangat romantsi, duduk di kapal melihat langit cerah dan berbintang, dengan pasangan. Apesnya, kita jomblo semua. Tapi cukup lumayan untuk menggalau bareng.

Tenda yang sempit hanya cukup untuk dua orang, ya pastilah dua temen cewek saya yang tidur di tenda. Saya dan gigih tidur di luar, yang langsung melihat ke langit. Awalnya sih tidak ada masalah sampai akhirnya kita dibangunkan oleh hujan yang langsung mengguyur muka. Gimana bisa tidur kalau sambil mandi hujan? Akhirnya cuma nyempil di bawah atap yang paling sepanjang setengah meter di samping kantor dermaga. Yang penting ga langsung kena air langsung dari langit. Awal nya sih si bapak CP kita udah nawarin untuk tinggal di homestay, paling dapet dengan harga 200rb semalam dan tinggal dibagi empat. Tapi kami tetep kekeuh dengan cara kami sendiri. Emang dasar mahasiswa kere.

Subuh masuk, kita balik ke Mushola, sholat dan menikmati sunrise di Jembatan Cinta. Seperti di tempat lain juga, sunrise di mana-mana bagus, nggak kecuali di Tidung. Siangnya kita snorkling ke beberapa spot dan balik ke M. Angke dari P. Pramuka. Snorkling di Tidung, untuk pemula sih asik-asik aja, tapi sayangnya, terumbu karangnya sudah banyak yang rusak karena para guide yang suka buang jangkar sembarangan. Jadinya kita sendiri yang merusak alam dan pariwisata kita sendiri. Sedih sekali yah!

Monday, October 24, 2011

Sawarna yang penuh warna!

Sering saya bercerita tentang sawarna, tapi sebagian besar dari mereka bereaksi, "sawarna? di mana tu?" Bahkan orang sukabumi sekalipun. Banyak yang tau Ujung genteng, yang letaknya di sukabumi, tapi tidak tahu sawarna yang terletak di seberang Ujung genteng. Kalau yang pernah ke ujung genteng, mungkin pernah mendengar atau melihat situs telapak kaki sikabayan, memang berdasarkan cerita kuno, di Ujung genteng ada situs telapak kaki kiri si kabayan, sedangkan telapak kaki kanan ada di sawarna.

Sawarna, desa berpantai yang sangat terpencil namun sangat alami.  Terletak di kecematan Bayah, Banten. Akeses untuk ke sana juga cukup rumit, dengan infrastruktur yang belum memadai. Untuk mencapai sawarna, Kalau dari Jakarta tinggal turun ke serang-Pandeglang- saketi - malingping - bayah - sawarna. Kalau lewat jalur selatan juga bisa, Bogor - Cibadak - Sukabumi - Pelabuhan Ratu - Sawrna. Kalau yang tahu daerah Karang hawu, asa muasalnya Mak Erot, itu sudah 1 Jam perjalanan lagi menuju Sawarna.

Pariwisata yang ada di Sawarna murni pariwisata alam dan terjadi secara alami. Yang pasti semuanya bisa membuat kita berdecak kagum dan menyadari betapa indahnya Indonesia. Wisata di sawarna dinikmati dengan cara trakking. Sama sekali tidak bisa menggunakan kendaraan karena memang konturnya tidak memungkinkan. 

Spot yang mesti dituju di Sawarna diantaranya:

1. Goa Lalay
Goa lalay di sawarna teramasuk salah satu spot yang wajib dikunjungi. Buat yang belum pernah masuk goa, ini bakal menjadi pengalaman yang menarik. Namun, untuk datang ke sini, sebaiknya menggunakan celana pendek, karena di dalam goa, mengalir sungai yang menjadi sumber irigasi sawah penduduk. Goa Lalay masih cukup alami, banyak  stalagtid dan stalagmit, bahkan kelalawarnya juga masih banyak banget.
Dalam goa Lalay
2. Pantai Legon Pari

Pantai Legon Pari
Dari Goa Lalay ambil jalan lurus ke selatan, dengan melewati kebun kelapa dan persawahan penduduk, maka kita akan sampai di pantai Legon pari. Perlu diingat, kita tidak akan bisa menikmati pantai di sawarna tampa menyusurinya. Sampai di Pantai legon pari, lanjutlah jalan ke ujung kiri pantai, di sana ada karang taraje. Karang taraje udah menjadi icon pariwisata sawarna dalam berbagai buku dan majalah pariwisata dalam dan luar negeri. Untuk masuk ke goa lalay, sebaiknya pakai sendal gunung, atau nyeker, karena di dalamnya tanah benyek.

3. Karang Taraje dan Karang beureum
Salah satu panorama karang
Menikmati deburan ombak yang sangat indah. Perlu dicoba untuk naik ke atas kedua karang ini, nikmati sensasinya. Kita bisa melihat putihnya deburan ombak ketika menghatam batu, sehingga, terlihat seperti air terjun. Kalau tau air terjun Niagara, Kanada, mungkin miniatur nya bisa dinikmati di sawarna. Inilah yang menbuat sawarna berebeda dengan pantai-pantai yang lain. 

4. Perjalanan sepanjang panti sawarna
Pantai Sawarna yang berbatu
Dari pantai Legon pari, coba trekking ke Tanjung Layar. Sepanjang pantai kita bisa menikmati indahnya pantai berbatu yang terjadi secara alami akibat pengikisan air laut. Pemandangannya sungguh luar biasa, satu hal yang saya yakini dari hasil pengikisan ini, bahwa sebagian besar daerah pantai itu dulunya berada dibawah laut yang kemudian mengalami penyusutan.

5. Tapak kaki si kabayan
Seperti saya sebutkan di atas, di sawarna ada situs telapak kaki si kabayan, tepatnya kaki kiri, sedangkan kaki kanan ada di ujung genteng. Cuma kalau datang ketika pasang surut saja bisa melihat situs ini, kalau pasang lagi tinggi, situs ini tertutup oleh air laut.

6. Tanjung Layar
Ini salah satu batu yang menakjubkan di sawarna, batu akibat pengikisan air laut, membentuk seperti layar kapal terkembang, sehingga dinamai dengan tanjung layar.
Nampang di Tanjunga Layar

7. Sunset di Pantai Ciantir
Menikmati sunset di ciantir
Buat yang suka pasir putih dan halus, jangan kecewa karena sepanjang jalan hanya menemukan pantai berbatu, selain di Legon pari, pantai berpasirnya ada di Pantai Ciantir, pantai putih halus, dan yang paling penting adalah, BERSIH. Jadi ini tempat yang paling ideal menikmati sunsetSunset di mana-mana pasti Indah, tak terkecuali di Sawarna. Ombaknya gede dan airnya dingin banget. jadi kalau mau nyebur jangan tunggu sampai terlalu sore.

8. Surfing dan boogie board
Sawarna sudah tersohor hingga ke luar negeri, sayang nya orang Indonesia sendiri pada umumnya belum mengenal sawarna. Salah satu yang menjadi daya tarik para turis asing untuk ke sawarna adalah ombaknya. Jadi kalau ketemu bule di Sawarna sebagian besar mereka memang datang buat surfing, dan jangan heran pada musim ombak bagus, di Sawarna lebih banyak bule dari pada turis lokal. Jadi buat para pembaca yang hobby surfing silahkan, coba ombak sawarna. Kalau tidak sempat bawa papan surfing, boleh di rental, di beberapa penginapan biasanya menyediakan rental surfboard.
Kalau tidak bisa surfing tapi pengen coba seluncuran, boleh dicoba boogie board yang bisa disewa dari penginapan.

Tips ke sawarna:
1. Ada baiknya bawa mobil sendiri atau rental, karena masih susahnya transportasi ke sawarna, kalau mau ngeteng, ada elf yang langsung ke sawarna berangkat dari P. Ratu, jam 12 siang, setiap harinya, dan itu hanya ada satu elf.
2. Bawa makanan dan cemilan secukupnya, karena perjalanannya sangat jauh dan boring abis.
3. Sebaiknya datang pada musim kemarau, karena pada musim ini, air di goa lalay surut sehingga memudahkan trakking ke dalam goa. Dan jalan lupa bawa senter.
4. Karena trakkingnya cukup jauh, jadi buat yang ga kuat panas dan capek, mending dipikir ulang.
5. Pakai sendal atau sepatu yang nyaman dan ga licin.
6. Dalam perjalanan ke sawarna, ada baiknya bawa gps, atau lebih sering-sering berenti dan nanya, kalau bingung.
7. Kalau datang musim libur, ada baiknya reserve homestay dulu, karena homestay di sawarna masih sangat terbatas.

Sekian, Happy Holiday!

Friday, July 15, 2011

Horrorisme di Tidung! Part 1

Serius ini cerita telat banget ane posting, terkait dengan berbagai macam kendala, mulai dari koneksi internet yang dulunya tidak stabil seperti otak ane, selalu lupa untuk nulis cerita ini kalau buka blog, selalu kebelet boker pas mau nulis dan akhirnya lupa, hantu skripsi yang selalu mengikuti ane sehingga ane harus mengundur penulisan cerita ini, perasaan moody kalau mau nulis, hingga sering dimarahin ama emak ane karena skripsi ga ada progres.

Setiap perjalanan yang ane tempuh, sok iye bahasanya, memiliki cerita unik sendiri-sendiri, namun sebenarnya itulah sensasinya. Dapat pengalaman baru, bisa mengenali wilayah baru, dan yang paling penting nih, bisa pamer ama temen-temen yang liburannya cuma di kost-kostan atau di rumah doang. LOL. Tak ketinggalan, tidung juga punya cerita unik sendiri.

Ada yang ga tau P. tidung? P. Tidung itu salah salah satu pulau yang terdapat di kawasan Kep. Seribu. Pulaunya ada dua, P. Tidung Besar dan P. Tidung kecil. Wisata ke pulau ini masih sangat diminati oleh masyarakat-masyarakat yang berada di kawasan jawa barat. Menurut informasi yang ane dapat, kalau lagi high peaknya, pulau ini bisa dikunjungin hingga 4000 wisatawan lokal dan asing dalam satu malamnya. Sangat padat untuk pulau yang kecl ini, bahkan banyak wisatawan yang langsung berbalik pulang karena tidak dapat penginapan lagi. Keren yah!

Keawalan berawal awalnya, ane ga begitu familiar dengan pulau ni, berawal dari liburan natal tahun kemaren, orang pada liburan ane juga krasak-krusuk nyari destinasi liburan yang seru, dan pastinya terjangkau ama kantong. Dapat bocoran dari ex ane, katanya tidung bagus, dan dia mau liburan ke sana, ane langsung banting komputer browsing nyari informasinya. Satu hal yang harus diakalin kalau mau backpackeran, jangan pergi tanggal 23 Des- 1 Januari, pasti bakal padat banget. Yaah ane ke tidung tanggal 3 Januari, saat tempat wisata udah mulai sepi. Naah kalau lagi sepi, keuntungannya, penginapan murah, paket wisatanya murah, pulau serasa milik sendiri.

Info: Perjalanan mulai dari muara angke, naik boat yang biasanya bersisi 150-an orang. Kalau weekdays. boat ini hanya berjadwal 1 kali sehari, jam 7 pagi. Kalau weekend ada dua kali, jam 7 dan Jam 10. Lama tempuh sekitar, 3 jam. Ongkosanya Rp 33.000,-

jembatan cinta, keren toh?
Berangkat ke P. Tidung ade berempat dengan temen ane, kebetulan 2 couple, tapi seriously we are not dating, cuma kebetulan aja mereka yang pada mau. Biasanya ane ngajak banyak temen buat liburan, cuma dengan seleksi alam, mereka pada berguguran, alias gagal ikut dengan berbagai macam alasan.

Berangkat dari Muara Angke jam 7 pagi, touched down di P. Tidung jam 10. Kebetulan salah satu dari temen ane telah mengontak salah satu warga di sana yang bisa memfasilitasi berbagai macam kebutuhan selama liburan di tidung. Seperti sepeda, alat dan transportasi snorkling, informasi sekitar pulau, penginapan, makan, dll. Tapi kebetulan kita tidak menginap di penginapan yang rata-rata adalah homestay. Kami lebih memilih membawa tenda sendiri untuk menginap. 

Salah satu pinngiran T besar
Sampai di Tidung, kita langsung merental sepeda, atas saran pak wardi sang cp kita. Harganya sangat murah Rp. 10.000/24 jam. Harga normal sih Rp. 15.000, cuma karena pengunjung lagi sepi, jadi kita dapat diskonan. Seperti yang ane bilang di atas, Tidung itu terdiri atas dua pulau, tidung besar dan tidung kecil. Kedua pulau ini dihubungkan dengan jembatan yang plus minus panjangnya 300 m. Orang-orang sih biasanya menyebutnya jembatan cinta. Dan justru menurut ane jembatan ini lah menjadi daya tarik pulau ini, bisa nyebur dan berenang, melihat ikan-ikan, dan bisa menikmati both sunset and sunrise.

Liburan di Tidung juga tidak usah lama-lama, satu malam cukup, asal bisa mengoptimalkan waktu. Pasalnya kedua pulau itu bisa dijelajahi dari ujung pulau tidung kecil hingga ujung Tidung besar dalam waktu setengah hari. Itu udah included waktu foto dan narsis2an. Pulaunya sangat kecil, tapi cukup padat penduduk.

Bisa siluetan kalau sunset
Setelah memilih sepeda, ane dan teman-teman langsung menyisir abis pulau tidung ini,  tujuan pertama tentu jembatan cinta. Menyebrangi jembatan terus ke P. Tidung kecil, di Pulau ini nyaris ga ada rumah penduduk, cuma ada satu kantor, dan itu juga sering kosong. Kalau jalan terus ke ujung pulau ini, kawasannya masih relatif berhutan, dan yang bikin serem, di daerah ini ada pemakaman masyarakat P. Tidung.  Capek bersepeda, bisa istirahat dulu di sekitaran T. Kecil, pas di depan kantor, yang ane lupa itu kantor apa, ada ayunan, bisa tidur di bawah pohon rindang dan sejuknya udara kepulauan seribu.

Puas mengililing P. Tidung kecil dan tidur sejenak diayunan, perjalanan dilanjutkan dengan menyesiri pinggiran P. Tidung Besar, hingga titik paling ujung, di ujung Tidung Besar ada sedikit kawasan bebatuan yang cukup bagus jadi spot befoto. Bagian ujung pulau ini juga relatif rame karena merupakan kawasan kebun kelapa masyarakat tidung.

Oia, buat urusan makan, kalau mau irit, nggak usah pake katering yang ditawarin oleh cp atau sebagainya, mereka biasanya mematok harga Rp. 15.000 untuk sekali makan. Sekitaran Tidung besar banyak juga penduduk yang buka warung nasi, dan pastinya murah, dengan harga Rp. 7000,- dapat nasi, sayur, tempe, ikan/telor/ayam/ dan nasinya ngambil sendiri lagi, puas banget toh.

Ini buka bunuh diri!!
Sore hari jangan lupa sunset-an dan nyebur di jembatan cinta. Prinsip temen ane sih, ga afdhol kalau ke tidung tidak loncat di jembatan cinta, tapi serius, seru banget. Tinggi jembatannya sekitar 10 m dari permukaan air, kurang pasti sih tinggi konkret nya berepa, berhubung waktu itu ane ga bawa meteran, jadi ga bisa ngukur. LOL.

Tuesday, June 7, 2011

Januari Februari Maret April (Mengulik Karimun Jawa) 2


View nya bagus, spotnya oke
Salah satu keuntungan berlibur tanpa paket wisata adalah flexiblenya waktu yang bisa kita atur sendiri. Spot-spot yang kita kunjungi juga bisa sesuai selera dan rekomendasi yang kita dapat. Dengan lebih kurang 27 pulau, tentu cukup banyak pulau yang bisa kita jelajahi dalam waktu satu hari, asal bisa membagi waktu dengan baik, run down acara kalau dibutuh dan jangan lupa waktu kalau udah ada di satu spot yang bagus.

Tampak bahagia sekali mereka


Hari kedua di karimun jawa, seperti yang telah direncanakan malam sebelumnya dan tentunya berdasarkan obrolan dan saran dari sang guide yaitu mas nuril, kita akan menjelajah beberapa pulau. Biayanya, Rp. 350.000 buat rental perahu per hari, guide Rp. 75.000/hari dan alat snorkling Rp. 35.000/hari/orang. Sasaran pertama kita adalah Pulau kecil, spot snorkeling yang cukup bagus. Dan kemudian dilanjutkan ke pulau tengah untuk istirahat dan menikmati pasir putih yang indah. Pulau ini sudah berpenghuni, dan juga ada warung buat belanja makanan kecil. Para wisatawan biasanya juga menyempatkan makan siang di sini, ada yang catering (kalau pake paket wisata), ada juga yang bawa makanan sendiri. Kebetulan kita pesan makanan sama ibu home stay kita, dengan bayar Rp. 15.000/orang kita bisa makan sepuasnya dan bakar ikan di pulau. Bakar ikannya tentu dibantuin ama guide dan awak perahu, it's so delissio.
P. gosong kecil yang selalu tenggelam

Beres istirahat, makan dan sholat, kita melanjutkan perjalanan ke Pulau Gosong Kecil, agak aneh ini pulau, pulau yang hanya muncul ketika pasang surut, ketika pasang naik, pulau ini tertutup oleh air, pulau juga tidak luas, namun sangat cantik. di sisi pulau ini terdapat terumbu karang yang sangat bagus, sangat recommended buat snorkling.
Ini bukan RCTI oke
Capek bersnorkling, kita melanjutkan ke penangkaran hiu di P. Menjangan Besar, Pulau ini terletak sangat dekat dari pulau karimun jawa. Di sini kita bisa berenang dengan hiu, cuma harus bayar Rp. 5000/orang, Hiunya tidak berbahaya karena sudah dipelihara semenjak masih orok.
berenang dengan ikan



Hari ketiga, ekspedisi kita lanjutkan, jangan tidak lupa bawa roti, karena kita bakal bermain bersama ikan di P. Menjangan Kecil. Pulau ini terletak di belakang P. Menjangan besar, sebenarnya tidak begitu bagus untuk snorkling, cuma di sini kita bisa bermain dengan ikan, hanya dengan menaburkan roti di sekitar kita, sontak ikan-ikan karang yang cantik akan berkumpul mengelilingi.

Selanjutnya kita menuju  Pulau cemara besar, disebut cemara karena memang di pulau ini banyak pohon cemara, di sekeliling pulau ini, banyak gugusan karang yang sangat cantik, banyak nemo dan tentunya juga spot yang bagus buat hunting foto. Pulau cemara besar biasanya juga dijadikan tempat istirahat dan makan siang, walaupun pulau ini tidak berpenduduk dan cukup sempit, namun, sangat indah dan sangat tepat untuk mencari ketenangan.
"hei kenalkan: saya nemo"

Setelah sholat, makan dan istirahat kita menuju P. Gosong besar, namun pulau ini tidak sebagus pulau gosong kecil, spot snorklingnya juga cukup bagus, biasanya di sini banyak cumi dan karang mutiara, cuma harus jeli aja mencarinya.

Cantik-cantik dan ganteng-ganteng kan kita? lol
Sunset hari ini kita nikmati di tanjung gelam, tanjungnya sempit namun sangat cantik dengan gugusan batunya. Buat yang gila snorkling, di sini juga ada terumbu karang yang bisa di jajal, cuma air nya sangat dangkal, jadi harus ekstra hati-hati agar tidak merusak karangnya, selain itu di sini juga banyak ubur-ubur yang cukup berbahaya. Buat pecinta fotografi jangan sampai melewatkan tempat ini kalau datang ke karimun jawa, konon tempat ini juga sering dijadiin spot buat prewed loh.

Liburan yang sangat luar biasa, dan tentunya ini karena bantuan seorang guide yang fenomenal yaitu mas Nuril,
So buat rekan-rekan yang mau backpacker-an ke karimun jawa dengan harga yang irit, monggo minta bantuan saja sama mas nuril, beliau guide berlisensi dan bukan pemilik tour atau paket wisata jadi dijamin murah. bisa di hub beliau ke: 085225869300

SELAMAT BERLIBUR!!!

Januari Februari Maret April (Mengulik Karimun Jawa)

Susah sekali memang untuk melakukan perjalanan yang membutuhkan anggota yang cukup banyak. Alasannya tentu masalah waktu dan duit. Apalagi berurusan dengan mahasiswa. Butuh waktu yang lama juga untuk menentukan waktu, agar jumlah anggota cukup dan teman-teman yang sudah dijanjikan tidak ada yang ketinggalan. Namun alasan yang paling mendasar adalah untuk menghemat budget, jumlah anggota jalan menentukan pengeluaran kita.

Backpacker-an, adalah salah satu jurus andalan para mahasiswa untuk berlibur, dengan budget yang minim, namun kesenangannya maksimum. Setelah perencanaan dan pencarian waktu yang cukup lama, sesuai dengan judulnya, April 2011, akhirnya kesampaian juga cita-cita untuk mencicipi salah satu surga laut Indonesia ini. Karimun jawa merupakan salah satu kecamatan dari kabupaten Jepara yang terletak 80 km dari main island (Pulau Jawa).

Start dari Jatinagor, karena kebetulan kita semua anak Unpad, jam 20.00 naik Bus Shantika. Harga Tiket Rp. 95.000, sebenarnya Bus tetangga lebih murah, cuma kita kehabisan tiket. So, usahakan buat beli tiket satu minggu sebelum tanggal keberangkatan. Apalagi kalau anggota yang berangkat banyak. Waktu itu kita berjumlah 10 orang. Jatinangor-Jepara rata-rata ditempuh selama 10-11 ajam perjalanan. Perlu dicatat, jangan lupa cari tau no telpon agen bus yang di Jepara untuk memesan tiket balik, just in case, biar tidak kehabisan tiket.

Touhced down di Jepara jam 06.00 pagi, tepat nya di sekitaran alun-alun. Tips buat yang sholat subuh, monggo disempatkan dulu sholat subuh di bus. Perjalanan dilanjutkan dengan becak, lumayan bisa keliling dulu di kota jepara, ongkos becak dari alun-alun ke dermaga Rp. 15.000/becak. satu becak bisa diisi dua orang, jadi lebih irit.

Dari dermaga kartini, perjalanan dilanjutkan dengan kapal ferry, berangkat jam 09.00, loket penjualan tiket ada di gerbang darmaga, dan sudah buka dari jam 7 pagi. Harga tiket ferry Rp. 31.500. Kesan saya, mungkin ini salah satu alan transportasi paling on-time sedunia (mudah-mudahan ga lebaaayy). Karena datang cukup kepagian, jadi kita sempetin dulu buat sarapan, HARUS SARAPAN, karena memang perjalanannya akan cukup lama dan membosankan. Di sekeliling dermaga banyak orang yang jualan, dan sekarang juga ada tempat penangkaran penyu, jadi bisa jalan-jalan dulu barang sejenak buat melepas penat.

Rejeki tambahan waktu menyebrang ada lumba-lumba
Jepara-Karimun Jawa, perjalanannya sedikit lama, 6 jam, merapat di karimun jawa jam 15.00 ga kurang dan ga lebih 1 menit pun, itu lah alasannya kenapa saya bilang kalau ferry itu sangat on-time. Enam jam di ferry itu bukan waktu yang sebentar, garing, bete, panas, ngantuk, semuanya lah pokoknya, rugi juga ga bawa kartu, games, kumpulan surat cinta, koran lampu merah etc.

Menapak di karimun jawa jam 3 sore, capek, kepanasan dan tidak tau ke mana mau melangkah. Namun, dengan jiwa petualang tingkat dewa, hal yang pertama kita tuju adalah Tourist Informations center. Syukur sekali ada kantor informasinya di dermaga. Yang pertama kami tanyakan tentunya lokasi yang banyak homestay-nya, canggihnya mereka sudah punya map kepulauan, jadi lebih gampang untuk memahaminya. Seperti di pusat wisata lainnya, karimun jawa juga banyak calo, mereka menawarkan berbagai penginapan dan paket wisata murah, dan percayalah, kalau berurusan dengan mereka, budget akan langsung membengkat. Jadi, hindarkan berurusan dengan calo di dermaga.
secercah harapan setelah bete 6 jam

Saya dan teman-teman memutuskan untuk jalan kaki ke kawasan yang banyak homestaynya, terletak sekitar 300-400 m dari dermaga. Panas dan pada kecapean, namun tidak ada hal yang bisa kita lakukan kecuali segera mencari penginapan. Rata-rata harga homestay 60rb-75rb /kamar/malam, satu kamar biasanya 3 orang. Harga yang lebih mahal juga banyak.




Ngacir dulu sebelum loncat
Karena kebingungan mau ke mana, akhirnya kita mampir dulu di Mesjid, sembari istirahat dan sholat ashar, namun baru juga beristirahat, bantuan dari Tuhan langsung datang, seorang guide mengampiri kita dan menawarkan penginapan. Dan harganya sangat fantastis, 15rb/orang/malam, dan karena rumahnya lagi kosong, jadi kita 10 orang, menempati 4 kamar, yang 2 di antaranya ada kamar mandi di dalam, lobi yang luas, TV ratusan channel, dan minum.
sunset di dermaga tua

Sorenya dihabiskan waku untuk menikmati sunset di dermaga tua yang kebetulan sangat deket dengan homestay kita.


Bersambung ke lapak sebelah...

Sunday, December 5, 2010

Bukan Jalan-Jalan biasa, mengintip Singa yang pura-pura

Smiling just like Merlion does
Praktikum profesi yang merupakan salah satu kredit wajib dalam menyelesaikan studi hubungan internasional di Universitas Padjadjaran. Kegiatan ini biasanya diformat untuk mengunjungi suata tempat baik desa, kota, tempat wisata ataupun negara lain dengan tema yang telah ditentukan oleh pihak jurusan. SKS ini diposisikan di semester tujuh di mana para penstudi dianggap telah mampu mengaplikasikan salah satu atau berbagai teori dan konsep yang diberikan di kelas. Di sisi lain kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai kegiatan "liburan"yang penuh dengan kegiatan observasi atas satu dan berbagai fenomena di tempat tujuan.

Kecendrungannya, para mahasiswa mengunjugi negara-negara yang dianggap menarik dan representatif  dengan objek observasi. Seperti negara-negara yang ada di kawasan Eropa diantaranya, Belanda, Prancis, Jerman, Itali, dan Swiss. Slain itu ada juga yang mengunjungi negara-negara Asia Tenggara seperti Thailand dan Singapura. Di bagian selatan juga tak ketinggalan negara Kangguru, Australia. Bahkan lingkungan domestik seperti Bali, Jakarta dan Pare. Penentuan kawasan yang dituju sesuai dengan kesepakaan para praktikan, yang sesuai dengan tema yang diangkat dan tentu juga yang sesuai dengan kantong mereka sendiri (dalam hal ini tentunya kemampuan finansial orang tua). Setiap tahunnya, negara ataupun kawasan yang dituju bisa saja berbeda-beda.


Pusat Informasi di Jalan Orchard
Dalam kesempatan praktikum yang sekali selama masa kuliah ini, saya dan beberapa teman mengunjungi negara Singapura sebagai wialayah untuk melakukan observasi. Tema yang diangkat tahun ini oleh tim dosen pembimbing adalah Glokalisasi dalam frase Think globally, act locally. Singkatanya, glokaliasasi merupakan suatu proses yang melokalkan nilai-nilai global. Kondisi ini bersifat top down. Sebagai feedback dari globalisasi di mana terjadinya proses pengglobalan dari nilai-nilai lokal. Jadi globalisasi dan glokalisasi dapat dikatakan sebagai fenomena yang terjadi secara beriringan dalam suatu cycle. Konteksnya, Globalisasi dan Lokalisasi terjadi beriringan dan menimbulakn efek glokalisasi.

Hal yang menjadi objek observasi saya dan teman-teman di Singapura terkait dengan tema yang diangkat adalah Keradaan Kopitiam dan Orchard Road di Singapura. Jelasnya kami terbagi ke dalam dua kelompok dari total 21 orang yang berangkat. Berhubung saya masuk ke dalam kelompok yang mengobservasi menganai Orchard Road, maka saya akan lebih banyak bercerita tentang Orchard. Selain itu, sedikit pandangan saya terhadap beberapa kawasan di Singapura.

Orchard Road, kawasan yang linear ini tentu tidak asing lagi bagi sebagian besar masyarakat dunia terutama yang suka berbelanja mengikuti trend hidup ala kapitalis. Yaa, suatu kawasan yang penuh dengan mall-mall super mewah dengan produk-produk branded yang telah dikenal secara global. Tak ayal, tentu dengan harga yang tidak semua orang mampu membelinya. Saya dan teman-teman juga hanya ngimpi bisa belanja di sana. Alhasil, yaa kita hanya observasi tanpa belanja, unless menemukan toko yang memberikan super sale, dan tentunya barang yang tidak highly branded.

Hal yang menarik bagi saya, dan mungkin juga teman-teman yang mengobservasi orchard, adalah bagaimana pemerintah Singapore mengoptimalkan wilayahnya yang tak lebih dari 711 km persegi tersebut menjadi wilayah yang sangat menarik dan ramai dikunjungi oleh para wisatawan dunia. Walaupun secara geoekonomi, Singapura terletak di posisi silang, yang merupakan wilayah transit transportasi dunia, antar barat dan timur, utara dan selatan. Namun kondisi ini tidak akan menjadi as good as what  they have now tanpa membangun fasilitas pariwisata yang memadai.
Sarana publik yang nyaman

Menilik kepada sejarah, Singapura memang terletak di kawasan Malaka yang merupakan pusat berlabuhnya para pedagang-pedagang dan kolonial dari kawasan Eropa, Timur Tengah, dan Asia Selatan. sehingga saat itu, Singapura menjadi bagian dari Malaysia yang ramai di kunjungi oleh para pelayar dan pedagang. Namun saat ini, justru "kenyamanan" belanja yang disediakan oleh pemerintah Singapura lah yang menjadi daya tarik tersendiri dan dilihat lebih efektif.

Lihat saja Changi Internasional Airport, bandar udara ini berhasil dibangun menjadi bandara terbaik di dunia berdasarkan survei yang dilakukan oleh Skytrax World Airport (Kompas.com). Fasilitas yang disediakan memang luar biasa, mulai dari toilet, inter-faith praying room, taman, tempat bermain, FO, hingga pameran elektronik. I bet you it looks much better then Indonesia's malls.

Salah satu sudut Orchad malam hari
Kembali ke Orchard, banyak hal yang menjadi daya tarik orchard bagi para konsumen untuk datang dan belanja di Orchard.  Selain porduk-produk yang yang bersifat global dan branded, fasilitas yang memanjakan para konsumen juga sangat memadai. Pedestrian yang nyaman, area yag bersih dan ditutupi oleh pepohonan yang menyejukkan, tersedianya underpass yang menghubungkan antara satu mall dengan mall lainnya, money changer is like everywhere, directions dan visitor  \infromations centre yang memadai, ATM's, Banks, MRT yang memudahkan akses dan mobilitas para konsumen menuju suatu tempat tertentu, dan tak kalah krusial adalah banyaknya diskon dan low tax hingga free tax atas produk- produk yang dijual di Orchard.

Di sini kita melihat beberapa kebijakan pemerintah Singapura dalam mendukung pengembangan negaranya menjadi pusat wisata berbelanja dunia. Lebih jauh dalam studi ini, ini disebut sebagai kebijakan lokal yang kemudian akan terintegrasi dengan nilai-nilai globalisasi.
salah satu underpass orchard

Globalisasi di sini bisa diartikan sebagai  pola perpindahan masyarakat yang sangat cepat dari daerah pedesaan dan gaya  hidup pedesaan ke perkotaan dengan gaya hidup kita dan lebih dekat dengan global fashion, foods, markets dan entertainment trends (Friedmen: 1999). Kecerdikan pemerintahan Singapura membaca perkembangan globalisasi dan bergesernya gaya hidup masyarakat internasional menjadi kesempatan yang bisa menjadikan Singapura sebagai negara dengan perkembangan infrastruktur dan ekonomi tercepat di Asia Tenggara.

Salah satu alasan utama banyaknya para wisatawan yang datang berbelanja adalah karena harganya yang murah. Yaa, bagi mereka yang berasal dari dataran Eropa dan Amerika Utara tentu bisa berkata "murah" karena kurs mereka yang tinggi. In fact, negara-negara di kawasan tersebut juga memiliki GDP yang tinggi. Seperti wawarancara singkat dengan Alex dan Susane dari Swiss, harga di Singapura terhitung lebih murah dibanding dengan negara mereka. Para wisatawan yang datang ke Singapura kebanyakan hanya untuk singgah beberapa hari setelah menyelasaikan urusannya di negara-negara yang bertransit penerbangan di Singapura dan tentunya sambil belanja barang-barang yang mereka inginkan. Lain halnya dengan kita yang datang ke sana, atau mungkin sebagian besara masyarakat Indonesia yang datang ke Singapura. Ke Singapura memang dengan tujuan liburan, rehat dari berbagai macam aktifitas kerja dan mungkin kuliah.  Namun saya masih menyangsikan sebagian besar dari mereka datang untuk shopping  dan mampu membeli tas dengan harga S$ 5.000 or Higher. Instead, kita hanya mencari FO-FO yang memberi sale gede-gedean, yang penting belanjanya di Singapura, Who cares.

Dekat dengan kenyataan
Banyaknya FO yang memberikan harga diskon juga menjadi daya tarik tersendiri. Tapi dari observasi yang kami lakukan, FO yang memberikan diskon adalah yang memjual produk yang tidak begitu mahal. Dalam artian tidak highly branded. Kita tidak menemukan produk-produk seperti Louis Vuitton, Dior, Prada, Zara, Miu Miu, Burberry, BVLGARI memberikan diskon dengan jumlah tertentu bagi para konsumennya. Mungkin sebagai bentuk dari strategi marketing ataupun menjaga kepercayaan para pelanggan setianya, kami juga tidak begitu tahu. Dan kalau kita perhatikan, sangat sedikit sekali dari brand tersebut yang memiliki outlet resmi di Indonesia, mungkin karena memang sedikit sekali masyarkat Indonesia yang mampu membelinya.

Namun produk-produk yang mampu dijangkau oleh masyarakat menengah, sangat banyak memberikan diskon-diskon yang menggiurkan. Let's see, Giordano, yeah, most of us bought hell bunch of Giordanos, Rubi shoes, Cotton On, Levi's, Lacoste, GAP dan banyak lagi. Biasanya produk-produk ini lah yang rame di serbu oleh masyarakat kita. Cewe-Cewe mungkin ga bakal lupa Charles & Keith yang menurut pengamatan saya harganya masih masuk diakal namun masih cukup punya gengsi. In fact, saya melihat  sekelompok orang Indonesia yang berfoto di depan Outlet LV ION dan semuanya membawa Charles & Keith, bloody hell.


Bersambung,,,,

Monday, January 25, 2010

Penasaran ama BALI

special thanks for special friend
Wew...
Bingung ne mulai dari mana. hoho. Bali is Truly Indonesia. Mm...mungkin salah predikat yang pantas diberikan atas sang pulau dewata ini. Motivasi ke Bali, karena penasaran Bali itu seperti apa. Sekalian nemuin temen lama juga. wew. Gila aja, banyak masyarakat internasional yang mengenal Bali tapi tidak tahu Indonesia. Ibarat kata Mr. Joger, kalau ada orang Bali atau orang yang sudah sering ke Bali mengaku bahwa dia belum kenal atau pernah ke Joger, itu sih masih NORMAL. Lalu apakah kita ikhlas situasi yang sama dipakai terhadap turis-turis manca negara yang pernah ke Bali?? Pernah ke Bali tapi tidak kenal atau menganggap tidak pernah ke Indonesia. Pasti TIDAK kan? Lebih nista lagi, ada yang menganggap Bali sebagai suatu negara. jadi siapa yang bodoh??

Bermodalkan uang tabungan alakadarnya, tiket pun di beli 5 bulan sebelum keberangkatan. Yaa, cukup lama. Coz, bagi gw yang punya pegerjaan tetap sebagai pengangguran, belum punya tempat tinggal, dan masih nampung ma orang tua, tentu ga bakal bisa traveling kayak orang kentut, pas niat langsung jadi.

Perjalanan berawal tanggal 18 Januari 2010, pukul 18.00 wib. flight Jakarta-Denpasar, transit Surabaya. Emang dasar penerbangan domestik yang doyan ngsih harga promo, hobinya batalin penerbangan dan delay, yaa emang ada harga ada mutu kawan. Alahasil nyampe Denpasar jam 22.00 wita.

Ga lupa baca bismillah, pertama menginjakkan kaki di tanah dewata. Lebay??? bukan, tu ucapan syukur. Kesan pertama, SALUT emang, Pariwisata Bali emang sudah dikemas sedemikian rupa. Sayangnya tidak semua wilayah indonesia, yang kaya akan keindahan alam, dimanfaatkan sebagai bisnis Pariwisata. Bodoh?? bukan, tapi sangat Bodoh. Tulisan pertama yang gw baca How VVVIP are you?? di bawahnya berjejer berbagai macam mobil mewah yang siap di sewa guna menemani perjalanan wisata anda. Apakah juga termasuk orang yang deserve di sana?? so, pasti tidak. Tapi kalo ada tulisan How LLLIP (less, less, less) are you?? Baru, i would be one of them. Selanjutnya, gw ngeliat berbagai bentuk famflet dan brosur mengenai berbagai paket-paket tour favorite, termasuk berbagai jenis jenis mobil rental beserta harganya. Kisaran harga berkisar 250-500rb. Dengan hitungan jam, bukan hari. Pelayanannya pun dibagi dalam jadi dua class. Golden Class, dengan harga 160-450rb per orang. Silver Class 190-450rb per mobil. Tergantung juga pada paket tour yang kita inginkan. So, buat yang datang ke Bali dengan membawa masyarakat sekampung, alias rame-ramean, ga da salahnya buat menggunakan jasa travel. Lalu apakah gw menggunakan jasa travel?? tentu TIDAK. Di bandara juga banyak stand-stand yang memberikan informasi mengenai penginapan baik hotel ataupun hostel. Dari yang berbintang lima hingga yang kekurangan bintang. Dari yang mahal, murah, hingga murahan.

Sebagai nebenger sejati, hobi itu pun gw bawa ke Bali. Yap, nginap di kontrakan salah satu temen, temen lama yang pengen gw visit di Bali. Sebut saja namanya Fina. Liat temen lama sambil liburan bareng, ternyata lumayan juga juga ngisi jadwal liburan. Jauh lebih baik dari pada gw mendekam sendirian di Jatinangor.

Nyampe di Gusti Ngurah Rai airport, gw pun nunggu tebengan jemput. after ten minutes of waiting, Fina datang juga, yang pastinya dengan senyumnya yang khas, (klo baca jangan lebay). Pastinya gw ga ikhlas klo nyampe-nyampe langsung ke rumah, ngobrol dan tidur. Ga banget. Gw pun maksa Fina buat keliling dulu, yaa, seenggaknya spot terdekat yang searah dengan jalan ke Rumah. Benar aja, Legian-Kuta, jadi first tour gw malam itu.

Seperti yang sering kita liat di tipi-tipi. Legian-Kuta penuh dengan Bule. Mulai dari bule Garut, bule Padang, bule Medan, Amerika Serikat, Inggris, Spanyol, Jerman, Perancis, Australia, hingga yang berkulit hitam yang pastinya ras Afrikan (buat bermaksud rasis) ada di sana. Kawasan yang di penuhi dengan Bar, Cafe, dan Discoutiq. Shopping area-nya juga ada yang sebagian besar pastinya di isi oleh FO-FO luar, such as; Billabong, Volcom, Crocks, adidas, Hurley, D&G, Buccheri, Rip Curl, dan sebagainya.

First morning in dewata, maklum sedikit bodoh dan tidak mau berusaha dan berfikir, gw pun ga tau mesti memulai dari mana premier destination gw di dewata, alhasil, si fina juga bingung mw antar gw ke mana dulu. Tanah Lot, yap, itu lah yang melintas di pikiran gw pada saat itu. Pura yang terletak di pinggiran pantai dan teronggok di atas pulau yang sangat kecil itu, terletak di bagian barat Denpasar. Berjarak plus-minus nya 44 km dari Denpasar.

Tanah lot
Enterance fee; cuma Rp. 7.500,- cukup murah, di banding anda masuk berbagai tempat maen di Jakarta. Dan secara umum, tempat-tempat wisata di Bali hanya men-charge 3000rb-25.000rb/ orang.
Amazing, first expression. Yoi, Tanah Lot emang unik. Ga sia-sia melewati jalan yang tanpa petunjuk dari Jimbaran ke sana. Ada petunjuk jalan, tapi tidak cukup menjadi pengarah ke tanah lot. Akhirnya, gw ma fina pun sempet nyasar. Mau tanya ma orang, si fina ga mau, alasannya; "mau menguji kemampuan"...mmm..kayak praktikum aja, kebiasaan ngurusin mayat-mayat di Lab, karena emang sebagai mahasiswi FKH yang sering melakukan eksperimen. Buntutnya, eksperimen juga digunakan dalam mengingat-ingat setiap tempat yang kami tuju. Tapi untung otak beliau pintar, jadi ga begitu sering nyasar.

Selain menyajikan keunikan bentuk pura utama Tanah Lot, tanah lot juga memiliki demografi yang sangat bagus, pantai bertebing, pasir yang putih, walaupun kita tidak turun buat beramain pasir karena tebingnya yang cukup tinggi. Kalau nekat, loncat aja.
Selain pura utama, Tanah Lot juga memiliki pura-pura kecil lainnya, lengkap dengan keunikannya masing. Slain itu, pura-pura kecil juga ditempatkna di tempat-tempat di mana kita bisa menikmati panorama yang indah. see picts below.

Kalau mau berkunjungn ke Tanah Lot, ada baiknya datang pada saat sore hari. Coz, karena selain dapat menikmati indahnya sunset, mungkin juga bisa romantis-romantisan buat anda yang datang ama pasangan masing-masing, bisa juga menikmati salah satu kesenian utama asal tanah Dewata ini, Tari Kecak. Tari kecak sekarang udah dipertunjukkan setiap hari, start at 17.00 wita-till end. Sayangnya waktu itu gw dateng tengah hari, jadi yang ada cuma dapat nikmati sunset ataupun si tari kecak.

Anda akan beruntung datang ke Tanah Lot ketika air lagi tidak High Tide, pasang naik. Tapi sepertinya itu juga susah ditebak, kecuali klo anda bisa membaca keadaan bulan, ahli fisika, ataupun oceanografi. Ketiak pasang turun, kita bisa pergi ke pulau di mana Pura utama terletak. Selain itu juga kita bisa meliahat ular suci yang terletak di salah satu goa, di bawah cliff.
Kebanyakan tempat wisata memilika shopping area-nya tersendiri. Biasanya menyediakan aneka bentuk keranjinan tangan, baik yang berciri khas dari bentuk wisata yang mereka sajikan, hingga yang sifatnya daerah.
Tanah Lot juga memiliki shopping area nya tersendiri. So buat yang doyang shopping atau sekeder belanja kenang-kenang dan oleh-oleh, anda bisa menunaikan niat anda di sini. Ingat tawarlah hingga 1/5 ato 1/10 dari harga yang ditawarkan ke pada anda.

Urusan Perut dan Sholat
Buat sodara-sodara yang beragama Islam, berhati-hatilah mencari makanan di Bali. Jangan sampai kecolongan malah makan ham, pork, or even dog. Yaa taulah, daerah yang minim penduduk muslimnya tentu juga minim makanan halal-nya.

Setelah leha-leha di Tanah Lot, waktu zuhur masuk. Bingung pasti nyari tempat sholat. Tapi untungnya di kawasan Tanah Lot masih ada tempat Sholat yang nympil. Karena khawatir tidak menemukan mushola atau pun mesjid dalam kelanjutan perjalanan, gw pun menjamak ashar sekalian. Saran, buat anda yang berkunjung ke Bali, lebih baik jamak sholat aja, karena yang pastinya akan sangat sulit untuk menemukan mejid ataupun mushola buat sholat di sana.

Siang datang, keroncongan dari perut pun datang. Gw dan fina bergerak untuk mencari makan dulu. Di Sekitar Tanah Lot banyak sih warung-warung yang jualan makanan, but, just in case biar ga salah makan, gw dan fina pun meluncur ke Denpasar buat lunch.

Kuta rock city
Pantai kuta sepertinya sudah menjadi tempat yang paling afdhol buat dikunjungi kalau kita berkunjung ke Bali. Selain buat "berbelanja mata", yaa, kalau anda berniat begitu, kita juga bisa menikmati indahnya sunset.

Sore pertama di Bali, gw pun ga mau kehilangan kesempatan untuk menikmati sunset di pantai kuta. Pantai yang berjarak sekitar 15 menit perjalanan motor dari Denpasar tersebut. Serius, Pantai Kuta bukan termasuk pantai favorite gw. Karena memang tidak menyuguhkan keunikan tersendiri dari pantai-pantai yang sering kita lihat. Bedanya cuma telah dibuatkan resort-resort, atau spot-spot santai di mana kita bisa menikmati indahnya pantai dengan lebih nyaman. Selain itu juga, juga banyaknya Bule yang doyan sunbathing di Kuta, mungkin bisa dijadikan pembeda dari kebanyakan pantai-pantai di indonesia. Terutama Indonesia bagian Barat.

Bagi para surfer, ombak di Kuta juga tidak terlalu besar. Yaa, tapi cukuplah buat memuaskan hobi para surfer.

Sanur, GWK, Uluwatu, and Dreamland
Tempat-tempat di title atas, merupakan tempat-tempat yang gw kunjungi pada hari kedua di Bali. Semuanya terletak di kawasan selatan dan relatif cukup berdekatan. Kecuali Uluwatu yang tempatnya agak jauh keselatan dan berasa sangat desa.

Tidak hanya sunset yang bisa kita nikmati di pinggiran pantai Kuta, dreamland, Tanah Lot atau pun Jimbaran, karena geografic Bali di bagian selatan yang sangat ramping, kita sekaigus bisa menikmati indah sunrise dan sejuknya udara pantai pagi hari.

Sanur
Sanur merupakan salah satu pantai favorit yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan, baik domestik maupun asing. Bukan buat surfing karena ombaknya yang gede., melainkan suana sana dasar laut yang indah. Sanur menyajikan pantai yang cukup tenang dan berkarang. Buat para pecinta scubadiving, snorkling, parasalining, banana boat, dan berbagai olahraga air lainnya, sanur merupakan tempat yang pantas dicoba.

Rabu pagi hari, gw dan fina nyempetin bangun pagi dan cabut ke Sanur buat menikmati sunrise. Sanur memiliki kekhasan tersendiri, dengan pasir yang landai dan pantai yang berkarang. Sanur memiliki pantai yang berkarang, so, buat anda-anda yang suka diving, jangan lupa mencoba indahnya dasar pantai sanur kalau datang ke Bali.
Sunrise di Sanur juga tak kalah bagusnya. Pantainya yang landai, banyak pepohanan, sekeliling juga disugihi dengan pemandangan alam yang indah. Sehingga tidak salah, sanur menjadi salah satu pantai favorit para wisatawan, teruta yang suka diving dan merupakan pantai paling indah buat nikmati sunrise di samping Nusa Dua.
Di sanur juga tersedia penyewaan bermacam alat selam dan boat. So, tinggal bayar dan get over it. Penyewaannya relatif mahal dan pay in USD. Tapi buat penyawaan boat yang sifatnya masal, tentu bisa patungan, jadi lebih murah.

GWK
Garuda Wisnu Kencana park, kira-kira begitulah nama tempatnya. Terletak di daerah Jimbaran. Yaa deketlah ma kampus Udayana, about 5 minutes drive, i guess. Apa itu GWK?? mmm.. gw juga sebenarnya kurang ngerti. kira-kira begini;

GWK Dirancang dan dibangun oleh Nyoman Nuarta, salah satu pematung terkemuka di Indonesia, patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) dan bangunan pendukungnya akan berdiri setinggi 150 meter dengan bentangan sayap selebar 64 meter. Dibuat dari 4000 ton lebih perunggu dan tembaga, patung ini menggambarkan Dewa Wisnu, sumber kebijaksanaan, sedang mengendarai punggung burung legenda Garuda sebagai manifestasi kesadaran menuju Amerta.

GWK terletak di kawasan di kawasan seluas 240 hektar dan merupakan bekas kawasan tambang batu kapur yang tidak lagi produktif. Karena letak yang tinggi di perbukitan, dari sana kita juga bisa menikmati Bali dari ketinggian.

GWK tidak hanya menyediakan patung raksasa, tapi juga menyajikan berbagai kesedian leluhur Bali yang sudah sangat terkenal. Diantarnaya, Barong, Tari Kecak Tektekan, Balinese Dance, Joged Bumbung, dan Rindik. Selain itu, karena demografinya yang terletak diperbukitan, kita juga dapat menikmati indahnya panorama Pulau Dewata dari ketinggian. Tatanan kota dan hamparan perbukitan Bali dapat terlihat dengan sangat jelas. Akan lebih pas waktunya kalau berkunjung ke GWK pada sore hari, karena selain dapat menikmati berbagai kesenian tadi, yang sebagian besar ada pada siang dan sore hari, kita juga dapat menikmat cantiknya sunset dengan suasana yang berbeda.  


Uluwatu
Sepertinya ini tempat wisata paling selatan yang sangat rugi kalau dilewatkan ketika berkunjung ke Bali.

continue.....

Bingung dan bingung akhirnya ke Pameungpeuk aja!!

Berawal dari kebingungan untuk mencari tempat yang pas buat nyambut tahun baru 2010 ama temen-temen, dengan berbagai macam pertimbangan akses jalan, biaya, dan hospitality, akhirnya gw, Fahminoor Muhammad beserta Rei V, Ayie beserta Roni, dan Solpa beserta Dewa, ('beserta' bermakna 'sepaket'), memutuskan untuk cap cus ke pameungpeuk garut. Siapa sangka, kampung aa Bayu Munggaran dan daerah yang tersohor dengan dodol dan domba-nya tersebut memiliki pantai yang indah.

Pantai Santolo, kira-kira dikenal begitu, memiliki panorama yang indah. Capek selama perjalan tentu akan lenyap seketika kita melihat pasir yang puntih, deburan ombak dan dikelilingi oleh perbukitan yang cukup landai. Yaa, ga jauh bedalah dari Kuta Bali, cuma ga ada bule yang lagi sunbathing-nya aja.

Berjarak sekitar 4 jam perjalanan dari Jatinangor desa Metropolis. Berangkat sekitar pukul 9 pagi nyampe di sana ba'da zuhur. So pasti yang di tuju adalah tempat makan dulu. Buat anak-anak Jatinangor yang doyan makan di warteg, jangan harapa kalian bisa nemuin warteg di sana. Harganya, juga tidak cukup manusiawi buat kalangan mahasiswa. Bayangin aja buat sambel seperempat mangkok kecil kita harus merogoh kocek Rp.4500, sungguh sangat tidak fair. Lauknya juga dibayar dengan paket per Kg. Per Kg sekitar 45-60rb. Jadi buat yang dateng rame-rame, anda beruntung dalam urusan bayar-membayar, karena bisa patungan.

Setelah menunaikan kewajiban manusiawi, makan, gw dan temen-temen beranjak buat nyari penginapan, berhubung tahun baru, penginapan cukup penuh, walaupun sudah cukup banyak penginapan di sana. Penginapan biasanya terfokus pada bagian pantai paling ujung di mana juga tempat di mana rumah makan (karena tidak cukup layak untuk di bilang sebagai restoran) terfokus. Prinsip ekonomi sangat berlaku di sini, permintaan naik, harga juga naik. Penginapan satu kamar, ukuran 2x2 meter dan satu bed, lampu 40 watt bahkan ada juga lampu yang di shared (dua ruangan satu lampu), harus dihargai dengan biaya 100rb per malam. Karena kami berjumlah 7 orang, menginap di sana bukanlah pilihan yang bijaksana. Kami pun memutuskan untuk mencari penginapan di luar area pantai, yang sebenarnya juga tidak terlalu jauh ke luar, dengan harapan tentu untuk menemupakan penginapan yang lebih nyaman dan lebih murah. Benar saja, sangat dekat dengan gerbang kawasan pantai, kami menemukan penginapan yang cukup nyaman. Ada dua pilihan, pertama, 100rb dengan satu double bed . Kedua; dengan harga 225rb, dua single bed, dan satu double plus tv yang walaupun hanya dapat menerima dua channel swasta nasional dan salah satunya channel yang menyuguhkan film animasi yang kualitasnya stara dengan animasi 1920-an ala negeri Uncle Sam.

Kami pun memutuskan mengambil pilihan yang kedua, dan harga 225rb yang juga masih bisa ditawar. Alhasill 210rb jadi harga deal ,dengan alasan agar patungan kita gampang baginya, @ Rp.30.000, alasan yang tidak masuk akal sebenarnya, but it worked, kawan!!

Jarak penginapan juga sebenarnya tidak begitu jauh dari pantai. Cuma butuh 15menit walk. So, ketika matahari mulai mendekat ke laut, kami pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menikmati sunset sambil nyebur. Yang pastinya mata dan badan akan disegarkan dengan indahnya pemandangan sunset dan segernya nyebur di Pantai santolo.

After sunset, kami kembali kepenginapan, beres-beres dan Sholat. Buat yang celananya punya kantong jangan lupa dicek kantongnya, yang pasti akan menemukan tumpukan pasir di kantong anda.

Sembari menunggu tengah malam. Kami pun memutuskan untuk mencari makan di sekitar daerah setempat, biar gampang, lagi-lagi rumah makan padang jadi pilihan pertama dan terakhir. Tak lupa juga grab sedikit cemilan dan minuman dari mart terdekat buat bekal tengah malam.

Sekitar pukul 10.30 wib, kami berangkat ke pantai buat merayakan penyambutan tahun baru 2010. Semua bekal telah disiapkan, termasuk petasan (walopun si pembeli merasa tertipu), fireworks (yang cuma sekelingking), grill, jagung, baso dan sosis siap bakar. Tengah malam yang cerah berbintang, bulan penuh, di pantai bakar-bakaran dan bikin api unggun, sambil ngeliat indahnya pentasan yang jedak-jeduk, bukan sudah sangat cukup untuk menghilangkan jenuh anda dari urusan kuliah kawan?? jawabannya pasti YA. Itulah yang kami nikmati malam itu kawan. Sangat indah dan menyenagkan. Apalagi yang pada punya pasangan, yang anggaplah malam itu, dunia milik anda berdua, eittss..tapi jangan ampe melewati batas agama. Ingat DOSA.

Jagung lenyap, bakso dan sosis kandas, arang pun sudah menyerah, pagi pun menjelang, kami memutuskan untuk kembali ke penginapan. Liburan tanpa begadang tentu ga bakal seru, maka mintalah teman anda untuk curhat. Yap..kami pun minta saudari ... buat curhat...hingga semua ketiduran dan hari itu berlalu.

Ga puas dengan nyebur kemaren sore. Beberapa temen kembali ke pantai untuk menikmati nikmatnya deburan ombak yang menggulung badan. Karena berhubung 1 Januari itu hari jumat, kami pun menunaikan Sholat Jum'at di Mesjid terdekat, yang kebetulan berada di pinggir pantai. Mesjidnya cukup besar lo, so, buat yang muslim ga usah ragu klo mau ke sana pada hari jum'at.

Kebun Teh

Memang ketika kita bilang ama orang-orang klo kita mau ke Pameungpeuk, mereka akan memberikan respon.."mmmmm?", "hah?", "serius?"... tau kenapa?? karena tempatnya jauh, jalannya repot dan angker. Wew, semuanya tentu tergantung niat. Perjalanan yang jauh tidak akan berasa, karena sepanjang perjalanan, setelah melewati kota garut, mata kita akan di manjakan dengan indahnya paparan kebun teh, dengan kontur daerah yang berbukit. Yang kata salah seorang temen, "bukitnya runcing-runcing", yaa ambigulah buat diartikan kalau anda sudah liat sendiri bukitnya seperti apa. So, akan lebih enak apabila kita berangkat dengan kendaraan sendiri. Bisa berhenti dan berfoto-foto dulu di sekitar kebon teh, lumayan buat anda-anda yang ga pernah liat kebun teh. Sekaligus menikmati udara seger, yang sangat jarang dan hampir tidak ditemukan lagi di jakarta. Jangan lupa juga untuk menyempatkan singgah di kebun strawberry, yang sayang sekali kami tidak bisa mampir karena hujan.

Tragedi ATM

Awalnya kami amazed, ternyata di pameungpeuk yang begitu jauh dari pusat kota (garut ataupun Bandung), masih ada atm-nya. Tapi kekaguman segera berubah menjadi kekesalan. BRI satu-satunya Bank yang punya atm disana ternyata rusak. Yaaa..maintanance di indonesia emang ga penah beres. Hingga 3 kali bolak-balik ke sana bahkan sampai keesokan harinya dari hari kami sampai di sana, atm masih belum bisa di gunakan. Jadilah bung fahmi kocar-kacir karena dompetnya kandas.
so, buat selanjutnya, sebaiknya bawa duit cash secukupnya.

Kuliner di garut

Garut memiliki hidangan kuliner yang cukup populer. Yap, suatu pasar yang terdapat di tengah kota garut, menyediakan aneka hidangan yang sangat beragam. Buat yang doyan makan, inilah surga dunia anda yang sebenarnya. Kembali dari pemeungpeuk kami menyempat diri untuk hunting makanan enak di garut. Sengaja dengan tidak makan siang dulu di pameungpeuk. Mengingat peghematan budget dan ga ngiler doang pas nyampe di garut. Berdasarkan panduan navigasi melalui sms dan telpon yang diarahkan oleh aa bayu, manusia yang mengaku mahaganteng, menemui surga dunia orang-orang yang doyan makan tersebut ternyata sangat mudah. Sebenarnya gw juga lupa nama tempat dan jalannya apa. hoho.

jadi buat yang bingung mau ngerayain, kegiatan mantai, atau taun baruan di mana, ga ada salahnya mencoba ke pameungpeuk. Ga terlalu rame, ga macet, dan murah!!

MAJUKAN PARIWISATA INDONESIA